Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Sarwendah Kini Menjadi Duta Kanker Serviks, Ini Asal Mulanya

Perjuangan Julia Perez melawan kanker serviks yang berujung pada kematian menginspirasi banyak orang. Sejak itu, pengetahuan orang tentang kanker serviks juga bertambah. Salah satu selebritas yang aware terhadap kanker serviks adalah Sarwendah. Mantan girlband Cherrybelle ini mengaku, setelah kejadian tersebut ia banyak mempelajari tentang kanker serviks berikut penyembuhannya. Tak pelak, istri Ruben Onsu ini didapuk menjadi duta kanker serviks. Sebuah survei menyebut, masyarakat, termasuk kalangan selebritas mulai mencari tahu apa itu kanker serviks. Umumnya, mereka mencari informasi melalui televisi, media sosial, dan literatur lainnya. "Aku benar-benar menyaksikan sendiri pengobatan, kesakitannya karena hampir tiap ke situ. Rasanya langsung mau mewek aja. Hikmahnya bisa lebih awere dan kejadian ini juga yang mengantarkan saya bisa jadi salah satu duta kanker serviks," katanya saat ditemui di Mall Ciputra, Jakarta, Jumat (26/10). Sarwendah mengungkap, mendapat ama...

Uus Si Pengibar Bendera HTI Di Garut Kini Jadi Tersangka Tapi Tidak Ditahan

Uus Sukmana, orang yang membawa bendera ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada Hari Santri Nasional (HSN) di Garut, Jawa Barat, kini ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jabar. Uus dijerat dengan Pasal 174 KUHP karena telah membuat kegaduhan dalam sebuah acara. Adapun Pasal 174 KUHP berbunyi, barang siapa dengan sengaja mengganggu rapat umum yang tidak terlarang, dengan mengadakan huru hara, atau membuat gaduh, dihukum penjara selama-lamanya tiga minggu atau denda sebanyak-banyaknya Rp900. "Uus naik jadi tersangka," Ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Pol Umar Surya Fana saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (26/10) malam. Meski ditetapkan sebagai tersangka, Uus tidak ditahan polisi. Sementara itu dua orang pembakar bendera kini masih berstatus sebagai saksi. Polisi juga menilai para pelaku pembakaran bendera bertindak atas dasar spontanitas dan tidak memiliki niat jahat sehingga tidak memenuhi unsur pidana. Sebelumnya, pada Senin 22 Oktober, ...

Pelatih Jepang U-19 : Tak Hanya Pemain Tangguh, Indonesia Memiliki Keunggulan Stadion

Grup B Piala Asia U-19 2018 kali ini disapu bersih oleh Tim Nasional Jepang U-19. Namun mereka juga tak menganggap enteng Tim Nasional Indonesia U-19 yang akan dilawannya pada babak perempat final, Minggu (28/10) mendatang. Kageyama Masanaga,sang pelatih Tim Nasional Jepang U-19 menganggap Indonesia merupakan tim yang sangat tangguh. Karena ia melihat dari penampilan Skuat Garuda Nusantara - julukan Timnas U-19 - ketika menghadapi dua tim asal Timur Tengah, Qatar dan Uni Emirat Arab. "Saya akan berpikir tentang Indonesia mulai sekarang, tetapi mereka adalah tim yang sangat, sangat tangguh, seperti yang kita lihat di babak kedua ketika melawan Qatar dan pertandingan melawan Uni Emirat Arab,"Ucap Kageyama di situs resmi AFC. Selama fase grup, Jepang total mencetak 13 gol dan hanya kebobolan tiga gol. Padahal lawan-lawan yang dihadapi tidak sembarangan karena mereka tergabung bersama Korea Utara, Irak, dan Thailand. Hal ini tentu menjadi modal berharga bagi Jepang se...

KPK Terus Didesak Bamsoet Untuk Tuntaskan Kasus Century

Adanya artikel Asia Sentinel yang membeberkan adanya keterlibatan SBY dalam kasus Century atas kasus pencucian uang pada masa itu membuat Ketua DPR  Bambang Soesatyo (Bamsoet)  ikut menanggapi polemik itu. Bamsoet sendiri telah mendesak KPK untuk segera menuntaskan kasus tersebut agar kasus ini tidak dibiarkan menggantung. "Kita mendukung langkah SBY menarik ini ke ranah hukum," tegas  Bamsoet  di gedung DPR. Bamsoet  sendiri yang meminta KPK untuk segera menuntaskan skandal Bank  Century . Sebagai inisiator Hak Angket  Century  saat itu,  Bamseot  juga telah merekomendasikan dugaan perbuatan melanggar hukum. Karenanya itu,  Bamsoet  juga mendukung niatan SBY menggugat Asia Sentinel ke ranah hukum. "Jangan sampai ini (kasus Bank Century) terus menggantung dan merugikan SBY itu sendiri," tutupnya. Walau sampai sekarang KPK sendiri masih belum melakukan penyidikan dan bahkan belum menetapkan tersangka. Sumber :  a...

Penyerahan Dokumen Bukti Kasus Century Telah Diserahkan MAKI Ke KPK

Pada Rabu (19/9) kemarin, Koordinator  Masyarakat Anti Korupsi Indonesia ( MAKI ) Boyamin Saiman dan anak mantan Deputi Gubernur BI Bidang Pengelolaan Moneter dan Devisa Budi Mulya, Nadia Mulya, telah mendatangi  KPK  guna menyerahkan dokumen bukti kasus Bank  Century untuk mempercepat penanganan perkara Century. MAKI  sendiri sudah   mempraperadilankan kembali KPK karena amar putusan Praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 24/Pid.Prap/2018/PN.Jkt.Sel menyatakan memerintahkan termohon (KPK) untuk melakukan proses hukum selanjutnya sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku atas dugaan tindak pidana korupsi Bank  Century . Bukti tersebut memang sangat perlu untuk diserahkan kepada KPK, kepentingan bagi MAKI adalah untuk memperkuat praperadilan yang sudah didaftarkan di Pengadilan Negeri Pusat Jakarta Pusat. "Dalam bentuk melakukan penyidikan dan menetapkan tersangka terhadap Boedion...

Setya Novanto Siap Bantu KPK Ungkap Dalang Skandal Century

Keterlibatan  Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kasus korupsi Bank   Century  telah diungkap sebelumnya oleh artikel media asing asia sentinel. Namun ternyata hal itu belum memberi cukup bukti untuk KPK. Dan setelah adanya pemberitaan itu, Setya Novanto  tiba-tiba mengaku akan membeberkan adanya keterlibatan SBY dengan Century di KPK nanti. Setya Novanto   yang saat ditemui di Pengadilan Tipikor mengaku akan mengungkap siapa saja dalang dalam kasus korupsi Bank  Century  yang terbukti telah merugikan negara sebanyak triliunan rupiah yang akan diungkap secara detail dan selengkap-lengkapnya. "Nanti saya akan ungkap sejelasnya di KPK nanti," tegas   Novanto   saat ditemui di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (14/9). Ia sendiri mengungkapkan hal itu ketika menjawab sebuah pertanyaan dari awak media terkait ada atau tidaknya kemungkinan keterlibatan SBY dalam kasus pemberian persetujuan pen...