Langsung ke konten utama

Jelang Putusan Sidang, Ahmad Dhani Terlihat Masih Santai

Image result for ahmad dhani sidang hari ini
Sumber: Tribunnews.com

Senin 28/1 siang ini, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan menggelar sidang putusan kasus ujaran kebencian yang menjerat musisi Ahmad Dhani.

Semua kasus itu sendiri berawal dari cuittan Ahmad Dhani dalam akun twitter pribadi miliknya yang berbunyi "Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yg perlu diludahi muka nya -ADP" terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta yang dianggapnya telah menistakan agama Islam.

Cuittan yang diposting pada pukul 14.59 dan tanggal 6 Maret 2017 itu akhirnya dibawa ke meja hijau dan artinya kehidupan Ahmad Dhani selanjutnya akan ditentukan hari ini.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menuntut Ahmad Dhani dua tahun penjara atas kasus tersebut.

Hendarsam Marantoko selaku kuasa hukum Ahmad Dhani mengatakan Dhani hingga saat ini bersikap sangat santai. Ahmad Dhani, katanya sama sekali tidak membahas ihwal putusan sidang kasus ujaran kebencian.

"Sebenarnya kita sering komunikasi. Terus terang tidak pernah ngomongin putusan (sidang kasus ujaran kebencian). Malah ngomongin lain," kata Hendarsam saat dihubungi AKURAT.CO Senin (28/1) sekaligus mengabarkan dirinya sudah tiba di PN Jaksel.

Hendarsam melihat Ahmad Dhani selama ini tidak menganggap problem kasus hukum yang menjeratnya adalah sebuah tekanan hidup.

Selama ini, lanjut Hendarsam, Ahmad Dhani justru lebih banyak membicarakan hal-hal diluar kasus.

"Enggak ada sama sekali (bahas soal agenda sidang putusan). Mas Dhani orang paling santai. Makanya enggak pernah ngomong masalah putusan lho. (Justru) ngomongin macam-macam, ngomongin aktivis dan koordinasi segala macam," jelas Hendarsam.

"Dia (Ahmad Dhani) yakini betul akan jadi pegangan dia. Kita (kuasa hukum) yakin yang dilakukan Mas Dhani. InsyaAllah siap banget yah," tambah Hendarsam.



Sumber: akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gereja Filipina Dibom, Ternyata ISIS Dibalik Itu Semua

Sumber: BBC Minggu 27/1 gereja katedral Katolik Roma di Pulau Jolo, Filipina selatan diledakkan oleh dua bom bunuh diri Filipina selatan. Akibatnya, 20 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Mirisnya, hampir semua korban merupakan warga sipil. Dilansir dari BBC, kelompok ISIS sudah mengaku sebagai dalang di balik tragedi itu. Dalam pernyataannya, serangan itu dilakukan oleh 'dua pejuang syahid' melawan 'kuil bersalib'. Pulau Jolo sendiri sudah lama menjadi basis kelompok militan, termasuk kelompok Abu Sayyaf. Beberapa sayap kelompoknya pun telah menyatakan diri berkomplot dengan ISIS. Menurut keterangan otoritas setempat, ledakan pertama terjadi pukul 8.45 waktu setempat di dalam Katedral 'Our Lady of Mount Carmel'. Sementara itu, ledakan kedua menyusul tak lama kemudian di depan pintu gereja. Sementara itu, Sekretaris Pertahanan Delfin Lorenzana mengecam serangan itu dengan menyebutnya sebagai tindakan pengecut. Bawahan Duterte ini j...

KPK Terus Didesak Bamsoet Untuk Tuntaskan Kasus Century

Adanya artikel Asia Sentinel yang membeberkan adanya keterlibatan SBY dalam kasus Century atas kasus pencucian uang pada masa itu membuat Ketua DPR  Bambang Soesatyo (Bamsoet)  ikut menanggapi polemik itu. Bamsoet sendiri telah mendesak KPK untuk segera menuntaskan kasus tersebut agar kasus ini tidak dibiarkan menggantung. "Kita mendukung langkah SBY menarik ini ke ranah hukum," tegas  Bamsoet  di gedung DPR. Bamsoet  sendiri yang meminta KPK untuk segera menuntaskan skandal Bank  Century . Sebagai inisiator Hak Angket  Century  saat itu,  Bamseot  juga telah merekomendasikan dugaan perbuatan melanggar hukum. Karenanya itu,  Bamsoet  juga mendukung niatan SBY menggugat Asia Sentinel ke ranah hukum. "Jangan sampai ini (kasus Bank Century) terus menggantung dan merugikan SBY itu sendiri," tutupnya. Walau sampai sekarang KPK sendiri masih belum melakukan penyidikan dan bahkan belum menetapkan tersangka. Sumber :  a...

Alasannya Hijrah Ke Golkar Bukan Karena Kasusnya, Ini Penjelasan Misbakhun

Sumber: Warta Bromo Terkait dengan masalah yang pernah membelit mantan Politikus PKS Mukhammad Misbakhun, banyak yang menyebutnya itu adalah kriminaslisasi akan penguasa. Kasus Misbakhun  sendiri pernah melejit karena banyak tuduhan yang mengatakan bahwa itu adalah kasus Misbakhun korupsi . Dugaan itu ditepis oleh Misbakhun karena menurutnya dalam kasus L/C itu hanya gagal bayar bukan L/C fiktif. Atas banyaknya tuduhan akan kasus Misbakhun itu, posisinya dalam keanggotaan Fraksi PKS digantikan. Misbakhun yang mendengar hal itu cukup mengiyakan saja, karena menurutnya itu adalah pilihan partai. Sempat posisi itu diperjuangkan kembali oleh Misbakhun, namun tidak ada hasil. Yang kemudian membuat Misbakhun hijrah ke Golkar dan kembali mendapatkan bangku di DPR. Namun Lutfi Hasan, selaku Presiden dari Fraksi PKS ini mengganggap bahwa nama baik PKS tidak sama sekali tidak berpengaruh oleh kasus Misbakhun korupsi ini. Luthfi Hasan juga menjelaskan bahwa kasus Misbakh...